Pemberian Makna sebuah Kunci Sukses bagi
HUMAS
Oleh : Arguanda Pribadi
Sebuah perusahaan atau lembaga harus memiliki Public Relations / Humas
agar pengkomunikasian dua arah kepada internal perusahaan dan kepada publik
mengenai perusahaan dapat berjalan dengan baik. Didalam buku Public Relations :
Teori dan Praktek yang ditulis oleh Djanalis Djanaid (1993)ada dua fungsi humas
, pertama fungsi konstruktif artinya peran humas dalam hal ini mempersiapkan
mental publik untuk menerima kebijakan organisasi untuk mengetahui kepentingan
publik serta membangun kepercayaan. Kedua fungsi korektif dalam fungsi ini
humas berperan sebagai problem solver apabila sebuah organisasi atau lembaga
terjadi masalah – masalah atau krisis publik maka humas harus bisa
menyelesaikan masalah yang terjadi.
Banyak orang mengira jadi seorang humas itu
harus memiliki wajah ganteng dan cantik , penampilan modern, suka travelling,
kuliner, tau tempat – tempat ngopi yang keren dan lain – lain. Penulis pada
awalnya juga berpikir sinkronik (tidak meluas) mengenai seorang Public
Relation. Ternyata pandangan seperti itu hanya tampak luarnya.
Tahukah kamu ?
ternyata dalam menjadi seorang humas tidak segampang itu mereka harus punya
hati yang kuat dan strategi yang luar biasa. Modal utama bukan dari segi
penampilan tetapi bagaimana dia mengkonsep sebuah kisah atau cerita menjadi
sebuah makna yang luar biasa. Humas harus mampu membuat publik percaya kepada
lembaga atau perusahaan yang dipimpinnya, berbagai cara yang dilakukan humas
dalam membuat publik percaya salah satunya yang paling dasar ialah lewat tulisan.
Modal dasar yang harus dimiliki seorang humas ialah kemampuan menulis setelah
itu humas harus mencari tau segala informasi atau haus akan informasi tentang
lembaga atau perusahaan dan berita terkini.
seorang humas
juga harus punya relasi yang baik ditengah tengah media karena bagaimana pun
senjata dari seorang humas ialah Media Relations, tetapi jangan terlalu dekat
dengan media karena itu bisa berbahaya. Penulis akan analogikan seperti berada di dekat api unggun begitu
nyaman dan tenang dengan suasana malam yang menambah rasa nikmat apabila
terlalu dekat maka rasa nikmat akan berubah menjadi rasa sakit ketika berada
didekat api unggun tersebut begitulah sebuah analogi yang harus kita pikirkan
ketika kita dekat dengan media.
Pencitraan adalah
sebuah tujuan dari seorang humas , tujuan yang harus dikemas dalam konsep yang
rapi sehingga melahirakan sebuah makna. Mengkonsep sebuah tulisan adalah salah
satu pencitraan dalam pemberian makna, untuk itu tulisan harus menjadi hal yang mudah dipahami dan enak
dibaca merupakan awal dari kesuksesan seorang humas.
Comments
Post a Comment