Jokowi dan Prabowo Bersatu.
ngopi bareng demi sila ketiga.
Oleh : Arguanda Pribadi

Tahun 2019 banyak sekali peristiwa tercipta, di televisi, media online, media cetak mengabarkan tentang kejadian yang ada diindonesia, tahun 2019 juga menjadi awal perdana pemilu (pemilihan umum) dilaksanakan serentak, ini menjadi bukti sejarah baru bagi indonesia dalam catatan demokrasinya. Hari telah berganti pemilupun sudah usai , pemenang dalam pemilu pun sudah dinobatkan dimasing – masing daerah, fokus acuan utama dalam pemilu ini ialah Pilpres, berkat adanya pemilu serentak minat masyarakat indonesia terhadap politik bertambah apalagi kemarin kita dihadapkan dengan dua petarung pemimpin yang sangat kredibel dan hebat demi memperebutkan gelar orang nomor satu diindonesia. Jokowi Dodo telah memenangkan pertarungan ini  dinobatkan menjadi presiden indonesia tahun 2019 – 2024. 

Lantas apa yang membuat terkejut ? nah masyarakat indonesia digemparkan dengan pemberitaan Prabowo Subianto menjadi pembantu jokowi. Ucapan kekecewaan dari pendukung sangatlah ramai, mereka kecewa dengan prabowo bergabung kekabinet jokowi padahal mereka adalah lawan politik. Tidak hanya rasa kecewa yang dilontarkan para pendukungnya Prabowo dikala pilpres tetapi juga Ucapan selamat yang sangat dahsyat dari partai koalisi terhadap sikap prabowo yang mau bergabung untuk membantu Program kerja Jokowidodo. Dengan adanya pernyataan sikap seperti ini, perlu penerangan didalam dunia politik. Perlu diketahui politik itu sifatnya dinamis tidak absolute lawan bisa menjadi kawan begitu sebaliknya.

Apa yang sedang dipikirkan Prabowo ? Mungkin lewat jalan menjadi pembantu presidenlah prabowo dapat membantu indonesia. kembali kekasus – kasus sebelumnya banyak polemik yang terjadi diindonesia yang sampai saat ini belum diselesaikan salah satunya kasus masalah papua tidak bisa diselesaikan dan menteri ketahanan yang lalu tidak juga mampu memberikan jalan terbaik kepada papua agar tidak ada lagi prajurit yang meninggal dunia. Ada yang berspekulasi papua dalam bahaya, ancaman intelijen serta canggihnya senjata yang dimiliki OPM membuat kita tidak berdaya dan sebagian negara sudah mulai terang – terangan mendukung papua merdeka, yang paling ditakutkan ialah ketika negara pendukung papua menyuplai senjata yang begitu canggih dan kita akan menghadapi perang besar yang tidak bisa ditinggalkan.

Korban berjatuhan dan negara pastinya menuju krisis besar. Itulah hal yang paling ditakutkan. Banyaknya prajurit gugur yang membuat pertahanan negara berkurang sehingga dibutuhkan sosok menteri yang paham betul mengenai persoalan militer ditanah air dan Prabowo adalah orangnya yang tahu mengenai hal itu.
Seperti yang saya kemukakan diatas politik itu dinamis, encer seperti air teman bisa jadi lawan, lawan bisa jadi sahabat. Semua ini berawal dari kepentingan masing – masing, ada yang tidak senang dengan jabatan yang dimilikki seseorang dan ada yang mau lebih tinggi dari jabatan yang dimilliki orang lain. pada dasarnya butuh kerendahan hati untuk menggabungkan kedua hati baik pak jokowi dan pak prabowo. Saya senang bisa mengidolakan orang seperti mereka.

Prabowo Subianto dipastikan menjadi pembantu presiden jokowi dibidang pertahanan. Kalau jiwa dan raga sudah diserahkan untuk mengabdi kepada negara, posisi apapun akan diemban walaupun banyak opini masyarakat kadang tidak sejalan dengan jiwa sang pahlawan.
Para oposisi PKS dan PAN yang menjadi partai pendukung Prabowo ketika pilpres merasa kecewa hingga membawa perasaan begitu besar kepada prabowo. Saya meyakini bahwa kesetiaan dan ketulusan yang begitu besar ada pada prabowo, mau jadi bawahan lawannya dari pemerintah saya yakin dan percaya menjadi menteri pertahanan kedepannya untuk menyelamatkan bangsa ini.

Prabowo hanyalah manusia biasa yang tidak bisa memuaskan banyak orang, tentu sebagai warga negara yang baik menghormati hasil pemilu adalah salah satu bentuk sikap yang baik bagi seorang warga negara. Pikiran positif membawa energi positif. Semoga berjalan dengan baik dan indonesia semakin maju, kita harus mampu menjadi patro politik didunia karena negara kita adalah negara besar. Hasil dari pilpres bukanlah permusuhan tetapi cara untuk mencari yang terbaik digabungkan dengan yang baik maka hasilnya pasti baik.

Strategi jokowi harus kita apresiasi dikarenakan merangkul rival di pilpres dan menempatkan prabowo berada digaris depan dalam melawan kelompok radikal dan prokhilafah. Percayalah mereka semua adalah orang baik.

Comments

Popular posts from this blog